🎵 Judul: Berkah di Tangkai Sawit
Verse 1:
Pagi buta aku melangkah,
Embun masih basahi tanah,
Di tangan ini sabit setia,
Saksi perjuangan untuk keluarga.
Peluh jatuh di wajahku,
Mentari tersenyum di ladang itu,
Satu per satu tandan kutebas,
Dengan doa semoga rezeki tak terbatas.
Reff:
Oh Tuhan, kuatkan langkahku,
Di kebun sawit kutemukan restu,
Untuk anak dan istriku tercinta,
Keringat ini jadi berkah selamanya.
Verse 2:
Kadang hujan, kadang terik membakar,
Namun semangat takkan pudar,
Karena cinta di rumah menanti,
Menjadi alasan aku berdiri.
Reff:
Oh Tuhan, kuatkan langkahku,
Di kebun sawit kutemukan restu,
Untuk anak dan istriku tercinta,
Keringat ini jadi berkah selamanya.
Bridge:
Tak kupinta hidup yang mewah,
Cukup tenang, cukup berkah,
Setiap tetes peluh yang jatuh,
Jadi doa, jadi pengharapan yang utuh.
Outro:
Di ujung senja, kulihat senyum mereka,
Lelah ini sirna seketika,
Dodos sawit bukan sekadar kerja,
Tapi jalan cinta menuju surga.